Batola - Peringatan Hari Kartini ke-139 Tahun 2018 yang jatuh, Sabtu (21/04), terasa sangat istimewa. Kali ini peringatannya selain dilaksanakan di Desa Jejangkit Muara Kecamatan Jejangkit juga pelaksanaanya bersamaan syukuran terpilihnya desa ini sebagai lokasi Optimasi Lahan Rawa Lebak seluas 750 hektar Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) dari Kementerian Pertanian.
Lebih surprise lagi, peringatannya berbarengan dengan syukuran miladnya Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani ke-59. ‘Kartini Batola’ ini memiliki tanggal kelahiran yang sama dengan pejuang emansipasi wanita Raden Ajeng Kartini yakni 21 April.
Rekam jejak keduanya pun memiliki kemiripan yakni sama-sama memperjuangkan kesamaan derajat antara perempuan dan laki-laki. Karenanya tak heran jika wanita hebat ini kini memangku jabatan kepala daerah perempuan pertama di Kalsel sebagai Bapati Batola. Bahkan, isteri mantan Bupati Batola H Hasanuddin Murad ini, sebelumnya sempat memangku jabatan Ketua DPRD Kalsel yang juga tergolong pertama di Kalsel.
Peringatan Hari Kartini sekaligus Syukuran Desa Jejangkit dan Miladnya Hj Noormiliyani ini berlangsung cukup semarak. Acara selain diisi hiburan dengan menghadirkan artis Liga Dangdut dari Batola Rina juga menampil aneka tari dari TK, SD, SLTP dan SLTA.
Acara juga diisi pembagian puluhan hadiah doorprize yang diperuntukan khusus bagi masyarakat Kecamatan Jejangkit yang berhasil menjawab pertanyaan seputar nama pejabat yang terdapat di lingkungan Pemkab Batola.
Di hadapan berbagai lapisan masyarakat, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS menyatakan sangat bersyukur bisa bertemu dan bersilaturahim dengan warga masyarakat Jejangkit Muara dan sekitarnya.
Sebenarnya, sebutnya, kegiatan ini yang utama dilaksanakan dalam rangka syukuran atas lahirnya seorang wanita pejuang persamaan hak antara pria dan wanita yakni RA Kartini yang ke-139 Tahun 2018.
Selain itu, lanjutnya, dalam syukuran atas diberikannya program penyiapan lahan rawa di Kabupaten Batola untuk mendukung Penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia Tahun 2018.
Menurutnya, jika tidak ada Kartini maka mungkin semuanya tidak bisa bersama-sama seperti saat ini. Mengingat, katanya, Kartini lah yang menerobos tatanan yang biasanya bahwa pendidikan itu hanya khusus untuk kaum lelaki.
Tetapi oleh Kartini, yang seorang ningrat, isteri dari seorang adipati itu dengan pemikiran cemerlang akhirnya berhasil.
“Tanpa perjuangan beliau, semua profesi yang dipangku para wanita termasuk saya saat ini tidak akan mungkin bisa dilakukan tanpa adanya terobosan dan perjuangan Kartini kala itu,” katanya.
Kepada masyarakat Jejangkit Noormiliyani mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas antusiasnya menerima Program Penyiapan Lahan Rawa dalam rangka Penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia Tahun 2018.
“Insya Allah Jejangkit Muara ini ke depannya akan menjadi percontohan dari pertanian modern di Indonesia,” katanya.
Sebelumnya, Sekdakab Batola, Supriyono mengatakan, acara ini terlaksana atas gagasan Bupati Batola Hj Noormiliyani pada 12 Maret 2018 lalu pada saat melakukan pertemuan dengan masyarakat Jejangkit Muara terkait rencana penempatan Program Lahan Rawa Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Tahun 2018.
Karenanya, sebut Supriyono, acara 3 in 1 ini merupakan wujud realisasi dari keinginan Bupati Hj Noormiliyani sekaligus sebagai bentuk rasa syukur bersama-sama masyarakat Jejangkit.can/
Sabtu, 21 April 2018
‘Kartini Batola’ Itu Genap Berusia 59 Tahun * Digelar HUT Kartini di Jejangkit Muara
Langganan:
Komentar
(
Atom
)
