PELAIHARI - Aksi
perampokan kembali terjadi, kali ini perusahaan sawit PT Candi Arta di Desa
Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanahlaut yang menjadi sasaran.
Alhasil uang Rp 600juta yang tersimpan didalam berangkas habis digondol rampok,
Selasa (29/9) malam. "Uang di berangkas perusahaan itu merupakan uang
setoran pajak perusahaan yang belum sempat disetor karena sistem online sedang
bermasalah,"kata Manager PT Candi Artha Rudi Susanto, Rabu (30/9) kemarin.
Selain uang
penyetoran pajak perusahaan terdapat pula uang hasil penjualan hewan kurban,
uang donasi para karyawan untuk anak yatim dan masjid.
"Uang paling
besar itu sekitar Rp 200 juta untuk pembayaran pajak. Saat itu uang itu mau
disetorkan, tapi tidak bisa online sehingga uang disimpan sementara diberangkas,"
katanya.
Pascaperistiwa
pembobolan berangkas di ruang kasir kantor PT Candi Artha di Desa Batuampar,
Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut.
Rudi mengaku Manajemen
perusahaan perkebunan kelapa sawit jera dan tak lagi menyimpan berangkas.
Transaksi keuangan untuk berbagai kepentingan seperti membayaran gaji karyawan
dilakukan melalui perbankan.
"Antisipasi
kami setelah peristiwa ini, semua transaksi keuangan melalui bank saja. Kami
tak mau peristiwa terulang lagi," kata Manajer Kebun PT Candi Artha, Rudi
Susanto, Rabu (30/9).
Rudi mengaku
semangat kerjanya berkurang karena lenyapnyauang Rp 600 juta itu. Sebab uang
itu merupakan uang perusahan untuk
membayar pajakLegal PT Candi Artha, Maulana Maliq mengaku sudah melaporkan
peristiwa yang terjadi di kantornya kepada polisi.
Menurutnya, sudah
dua petugas keamanan yang dimintai keterangan oleh polisi. Menyusul sisanya.
Selain itu,
beberapa dokumen atau data perusahaan yang diingin polisi juga sudah disampaikan
sebagai bahan penyelidikan. "Saya berharap pelaku bisa segera terungkap
pihak kepolisian,"katanya.
Ia menerangkan cukup
mengherankan pelaku bisa mulus membawa dua berangkas. Sejatinya berangkas yang
ditaro di kantor itu hanya mampu diangkat sekitar enam orang lantaran cukup
berat.
Kapolsek
Batuampar, Iptu Alpiando Papona mengaku sudah meminta keterangan petugas
pengaman perusahaan yang berjaga saat peristiwa itu.
Menurutnya
bersama anggota identifikasi sudah melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti dan
petunjuk yang mengarah kepada para pelaku.
Ia menghimbau pada
sejumlah perusahaan perkebunan di wilayah kecamatan Batuampar selalu waspada
jangan sampai itu terjadi lagi
Hal yang sama
disampaikan Kapolres Tala AKBP Rizal Irawan, SIK pihaknya sudah melakukan upaya
seperti olah TKP dan mencari keterangan saksi-saksi yang ada serta mencocokan
pelaku data yang ada di Polda Kalsel, "Saat ini tim Polres Tala sudah
bergabung dengan Direktorat Reserse kriminal umum Polda Kalsel terkait kasus
pembobolan Berangkas di PT Candi Artha,"katanya.
Menurut Kapolres
Tala ini, tidak menutup kemungkinan perampokan itu ada kaitan dengan TKP-TKP
yang lain.can

Posting Komentar