BREAKING NEWS

Terbang Bersama

Jalan Cemara Raya, TLP/Mobile (0511) 3307471-081219956644

Jumat, 30 Oktober 2015

Beruang Madu Betina Tewas di Tembak Masuk ke Pemukiman Warga

PELAIHARI - Habitannya ludes terbakar seekor beruang madu betina, tersesat dan masuk pemukiman penduduk. Satwa yang dilindungi inipun terpaksa dilumpuhkan oleh polisi kehutanan, BKDA dan Anggota Kepolisian Polres Tala, dengan cara ditembak dan langsung tewas ditempat, tepatnya di Perumahan Komplek Gagas Permai RT 23 Kecamatan Pelaihari, Kamis (29/10) sekitar pukul 12.15 wita.
Beruang Madu ini diduga turun gunung akibat terbakarnya ruma satwa di Gunung Batu Mandi dan Gunung Tikup di kawasan Tahura Sultan Adam wilayah Kecamatan Bajuin. Tewasnya Beruang madu ini sempat jadi tontonan warga setempat.
Informasi menyebutkan Beruang itu memasuki pemukiman perumahan, sebelumnya diketahui warga pemungut sampah berada di Taman Kijang Mas sekitar pukul 06.30 Wita. Kemudian, kejadian tersebut didengar oleh pihak Dinas Kehutanan yang langsung melakukan koordinasi dengan pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru dan aparat Kepolisian Polres Tala.
Tim gabungan tersebut bersama warga melakukan penyisiran di areal taman tersebut, hingga masuk kedalam hutan. Namun pencarian tidak membuahkan hasil ketika dicari didalam hutan, setelah mendapat informasi dari masyarakat, jika beruang tersebut sudah berada di pemukiman warga, tim gabungan langsung bergerak. Dan ternyat beruang sudah berada di samping rumah milik Nurdin. Sehingga, agar tidak membahayakan warga sekitar, beruang tersebut langsung mendapat peluru tajam yang menyebabkan tewas di tempat. Dan akhirnya beruang tersebut dibawa BKSDA, untuk dilakukan visum oleh dokter hewan.
Sebagian warga sangat menyayangkan, dengan tewasnnya beruang yang merupakan hewan dilindungi. Warga pun berharap, kedepan tidak lagi ada hewan yang dilindungi tewas ditangan petugas berwenang. “Saya menyayangkan hewan tersebut tewas seketika,” ujar Dian salah satu warga Kota Pelaihari.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dinas Kehutanan Sekaligus Polisi Kehutanan Pemkab Tala Suratno membenarkan jika ada Beruang sudah masuk ke pemukiman warga, ini akibat habitat asli di hutan sudah tidak layak huni oleh Beruang dengan musim kebakaran dan kemarau berkepenjangan. Sehingga beruang tersebut, keluar untuk mencari makan.
“Kawasan pemukiman banyak memiliki makan untuk beruang, tentu Beruang turun gunung,” ungkapnya.
Terkait tewasnya Beruang tersebut, Suratno menambahkan mengacu pada peraturan pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa pada Bab VII satwa yang membahayakan kehidupan manusia pasal 26 ayat 1 menyebutkan, satwa yang karena sebab keluar dari habitatnya dan membahayakan manusia, harus digiring atau ditangkap dalam keadaan hidup untuk dikembalikan ke habitatnya, atau apabila tidak memungkinkan untuk dilepas kembali kehabitatnya, satwa dimaksud dikirim ke lembaga Konservasi untuk dipelaihari.
Nah, di ayat 2 apabila cara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak dapat dilaksanakan, maka satwa yang mengancam jiwa manusia secara langsung dapat dibunuh.
“Kami berpedoman pada ayat 2, karena sudah masuk ke pemukiman warga, dan hewan tersebut tewas,” tutupnya.can

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 CHANDRA NEWS. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates